Selasa, 05 Agustus 2014

Survey Season Kedua

Bismillahirrahmanirrahim,

Eaa..jumpa lagi dengan Maissy di sini. Eh maaf, ini bukan acara Cilukba ding. Setelah sebulan nggak posting. Yuk mari kita duduk dan bicarakan lagi soal persiapan pernikahan antara saya dan Kangmas.
Jadi ceritanya libur lebaran yang lumayan panjang kami manfaatkan untuk mengunjungi vendor-vendor on the list. Meskipun sempat terkendala hari libur lebaran di mana vendor banyak yang tutup, syukur Alhamdulillah kami dapat info yang lebih dari cukup.

Dekorasi

Tempat pertama yang berhasil saya dan kangmas kunjungi adalah vendor untuk dekorasi. Vendor ini sebenarnya sudah lama saya dengar dari Ibuk saya yang dapet rekomendasi dari catering. Tapi baru kesampaian didatengi liburan kemaren. Nama vendornya Singsing Decoration, alamatnya ada di Minggiran, Mantrijeron, Yogyakarta. Untuk ke sana saya sebelumnya sudah telepon lebih dulu untuk tau ancer-ancer lokasinya. Syukurnya di jalan ada plang-plang petunjuk Singsing yang cukup jelas sehingga bisa mendarat di kantor yang sekaligus kediaman Pak Soleh sang pemilik. Sampai sana kami disambut ramah Pak Soleh dan istrinya dan ditunjukkan contoh-contoh dekorasi. Yang jelas dari hasil presentasi dari Pak Soleh, saya dan Kangmas mantap memilih Singsing sebagai vendor dekorasi kami nanti. Untuk bisa ngintip contoh dekornya bisa ke webnya singsing-wedding.com tapi kalau mau lebih lengkap dan mantap ya datang langsung ke kantor Singsing.



Undangan

Sebelumnya saya sudah mengantongi salah satu vendor undangan yang akan kami kunjungi. Pada survey sebelumnya, saya sudah sempat lihat-lihat contoh undangannya. Nah kemaren waktu sama Kangmas, ada satu yang sederhana tapi menarik perhatian saya.


Nama vendornya Gracia dan beralamat di Jl. Jambon. Jadi dari Jl. Magelang nanti belok ke kiri. Kalau ingin intip contoh-contoh undangannya ada di page facebooknya, search aja Gracia Invitation. Rencananya sih vendor ini yang akan saya percayai untuk membuat undangan. Si pemilik sangat ramah dan sangat membantu, kita bisa bilang berapa budget kita nanti mbak Evelyn akan pilihkan yang sesuai.


Rias Pengantin

Untuk rias pengantin ini saya paling galau, karena saya punya banyak keinginan. Saya pengen yang begini ga pengen yang begitu, sampe frustasi. Hahhahah. Setelah browsing di internet dan hasil nanya temen, dapet satu vendor yang akan kami datangi. Lokasinya ada daerah Kotagede tepatnya perumahan Wirokerten. Nama vendornya Rias Pengantin Pratiwi. Waktu itu saya tidak bertemu dengan Bu Sandra langsung tapi ada mbak Sudri yang sangat membantu dan ramah. Dari hasil kunjungan itu saya nyobain dua macem kebaya, tapi belum fix karena untuk baju Kangmas perlu menyesuaikan juga mengingat Kangmas memang spesial. hihi. Saya dan Kangmas sepakat untuk memakai vendor ini nantinya.
Di kesempatan itu saya sudah ungkapkan ke Mbak Sudri kalau saya pengen nanti jilbabnya menutup dada. Nah untuk proses selanjutnya masih dalam penggodogan sih. Semoga semua lancarrrrr...amin. Begitulah laporan singkat saya, semoga bisa saling bantu untuk teman-teman yang juga sedang mempersiapkan. Sampai jumpa di postingan selanjutnya!

Jumat, 04 Juli 2014

Galau-ness

Bismillahirrahmanirrahim,

Dulu ketika saya masih kecil, seorang mas remaja mesjid mengutarakan keresahannya kepada mbak saya. Dia resah bahwa mungkin saja ramadhan kali itu adalah ramadhan terakhirnya sebagai single. Bukannya tidak senang, dia hanya resah bahwa mungkin saja nanti ketika ia sudah berkeluarga, ia tak bisa lagi sering-sering bergabung dengan kegiatan remaja masjid seperti sebelumnya. Mungkin saja ia akan disibukkan dengan urusan keluarga kecilnya. Waktu itu saya cuma mendengarkan karena masih terlalu kecil. Dan benar saja, saya tak pernah melihat mas itu di ramadhan-ramadhan setelahnya sejak ia menikah.

Saya rasa keresahan semacam itu telah datang pada saya.

Saya sering melamun. Saya memikirkan keluarga saya. Sebentar lagi saya akan menikah, adik saya semakin besar, orang tua saya semakin tua. Apakah saya masih bisa melakukan banyak hal bersama mereka seperti sebelumnya saat saya sudah berkeluarga nanti. Apakah kami masih bisa sarapan bersama? Apakah saya masih bisa menemani adik saya membeli sepatu atau mencoba makanan baru bersama? Di belahan bumi manakah saya dan keluarga kecil saya tinggal nanti? Apakah saya akan ada saat mereka sedang sakit flu? Apakah adik saya selepas SMA nanti tetap di rumah atau meninggalkan Bapak Ibuk untuk kuliah? Saya hanya takut dan sedih membayangkan Bapak dan Ibuk hanya berdua di rumah.

Allah, hamba-Mu memang tak mungkin meminta waktu kembali. Tapi hamba bersyukur bahwa pada hari ini hamba merindukan masa-masa itu. Paling tidak, hamba bisa melakukan banyak hal yang menyenangkan bersama mereka dan bukan penyesalan karena tak melakukan apa-apa dulu. Allah, selalu jaga mereka di saat hamba jauh, saat hamba tak bisa setiap hari memandang wajah mereka. Sehatkan jasamani mereka, bahagiakan dan tentramkan rohani mereka, mudahkan segala urusan mereka. Kumpulkanlah kami dalam keadaan yang baik. Engkaulah yang mengatur segala sesuatunya Ya Allah..maka berikanlah yang terbaik bagi mereka.

Kamis, 03 Juli 2014

Silaturahmi Balasan

Bismillahirrahmanirrahim,

Untuk menunjukkan bahwa saya dan keluarga menyambut baik niat keluarga Kangmas, keluarga saya, khususnya Ibuk mengajak untuk silaturahmi balasan ke rumah kangmas. Silaturahmi itu dilakukan saat saya pulang ke Jogja, dua bulan setelah kedatangan keluarga Kangmas ke rumah.

Berhubung Ibuk saya sebenarnya tidak begitu tahu urutan proses menjelang pernikahan, maka bertanyalah Ibuk saya ke Budhe yang lebih pengalaman. Konon kata Budhe saya, kalau adat di Jawa Tengah, setelah pihak laki-laki datang ke rumah untuk melamar, maka selanjutnya pihak perempuan datang ke rumah pihak laki-laki untuk membalas, tetapi kalau di Jogja adat tersebut tidak ada. Namun, wacana mengenai silaturahmi balasan ini memang sudah tercetus oleh Ibuk saya sebelum nanya-nanya, mungkin sudah naluri Ibuk saya yang senang menjalin silaturahmi, makanya keraguan Ibuk mengenai apakah perlu untuk datang ke rumah Kangmas akhirnya saya jawab dengan tidak ada salahnya untuk berkunjung dan bersilaturahmi agar saling mengenal dan saling tahu rumah masing-masing keluarga.

Jadi selepas maghrib keluarga saya lengkap datang berkunjung ke rumah Kangmas. Saat itu Kangmas tidak ada di rumah karena memang sedang tidak pulang. Maklum saya pulangnya di hari kerja karena di Bali sedang libur Galungan. Pada kunjungan tersebut kami membicarakan tentang kapan rencana kami untuk mengadakan pernikahan, dan teknisnya meski belum terlalu detail tetapi cukup memberikan gambaran untuk keluarga Kangmas. Saat dimintai pendapat dan persetujuannya, keluarga Kangmas pada intinya mendukung dan mengikuti saja. Selain itu acaranya ya ngobrol-ngobrol dan makan-makan, hehe. Alhamdulillah semuanya lancar sampai dengan tahap ini, paling tidak, tidak ada yang keberatan atau bagaimana. Sampai suatu ketika, seminggu kemudian Kangmas dengan mak jedher memberikan alternatif tanggal yang berbeda, padahal sebelumnya udah di kunjungan saya di keluarga Kangmas kami sudah mengutarakan tentang tanggal. Eaaaa!

Sabtu, 28 Juni 2014

Sajak Lama

Menemukan tulisan di notepad tahun 2009, tentang dia.

kadang masih sulit dimengerti..
masih juga serin bertanya-tanya
mengapa sampai sekarang ku masih bersama dirinya
apa yang bisa menyebabkan semua ini

untukku..
aku masih membutuhkannya
aku masih takut kehilangan dirinya
aku masih menyayanginya dengan segenap hatiku
bukan dari serpihan hati..
mengapa cemburu masih begitu membara kalau bukan karena
aku masih sangat peduli dengannya

lalu apa dari dirinya yang membuatnya begitu berharga
entah..
tapi memang dirinya yang telah menyentuh hatiku
sampai seperti ini..
sampai sedalam ini..

tapi ..
cukup peduli tak cukup untuknya
itulah yang seringkali membuatku merasa tak mampu
tak mampu membuatnya bahagia
itulah yang seringkali membuatku iri dengan orang-orang yang
mampu membuatnya senang
aku cemburu..
karena aku tak mampu membuatnya sesenang itu bersamaku.

sebenarnya bukanlah muluk yang kuharapkan
tapi cukup membuatmu merasa senang bersamaku
itu saja cukup..
tapi itu sulit
sulit sekali..

Saatnya Kenalan Yuk

Bismillahirrahmanirrahim,

Seringkali pasangan yang mulai serius untuk menikah bingung untuk memulai prosesnya dari mana, terutama bagian bicara orang tua si perempuan. Rasa gugup pasti menghantui, tapi proses memang harus terjadi. Harus! Tidak bisa tidak. Ibarat mau sowan (bertamu) ke rumah orang kalau pintunya gak diketuk ya gak akan dibuka pintunya.

Gugup tidak hanya terjadi pada laki-laki yang mau 'meminta' tetapi juga si perempuan. Saya pribadi waktu itu bingung mau ngomong ke Ibuk gimana. Rasanya saya masih putri kecil yang dianter sekolah, eh sekarang bilang ada laki-laki yang mau nikah sama anaknya, semacam bahan obrolan yang terlalu dewasa buat saya. Tetapi akhirnya saya memberanikan bicara, dengan sedikit basa basi haha hihi di awal pembicaraan (yang waktu itu lewat telepon), ternyata ibuk saya menangkap keanehan saya dan menanyakan sebenernya mau ngomong apa sih ini anak. Hahaha. Akhirnya saya bilang deh ke Ibuk, bahwa Kangmas-lah yang jadi calon pelaku pengambil alih anaknya.

Setelah beberapa kali pembicaraan, akhirnya Ibuk mengharapkan si calon pelaku itu datang ke rumah. Kami semua setuju, saat pulang ke Jogja Januari nanti, kangmas akan main ke rumah. Sampai akhirnya waktu itu tiba dan Kangmas mengungkapkan maksudnya ke kedua orang tua saya. Hasil pembicaraan masih mentah saat itu, tapi saya lega satu tahap terlalui. Untuk selanjutnya, saya menginginkan Bapak Ibuk kangmas bisa datang ke rumah agar bisa saling mengenal Bapak Ibuk saya. Waktu itu kangmas masih agak gimanaaa gitu, tapi sayanya ngotot juga. Pokoknya saya pingin Bapak Ibuk bisa kenalan sama Bapak Ibuknya kangmas. Biar enak aja gitu nanti-nantinya. Hihi. Jadi kalau saya ada pembicaraan ke Bapak Ibuknya kangmas, Bapak Ibuk saya tuh posisinya udah kenal gitu lo.

Akhirnya seusai melewati negosiasi dengan Kangmas, kepulangan kami ke Jogja saat liburan Nyepi di Bulan Maret ingin kami manfaatkan dengan perkenalan antar kedua keluarga. Ibuk saya yang sok mau terlihat simpel, eh ribet juga nyiapin ini itu, tapi wajar aja sih..ibuk-ibuk dan posisinya jadi tuan rumah itu udah pasti keluar ribetnya. Tapi Alhamdulillah semua berjalan lancar. Bapak Ibuk Kangmas datang dengan sangat tepat waktu sampai membuat kami tuan rumah yang daritadi ribet nyiap-nyiapin jadi kelabakan sendiri. Maklum, untuk acara ini Ibuk saya sengaja tidak minta bantuan bude yang sering bantu-bantu. Jadilah saya belum sempat bersolek muncul apa adanya, hahaha.

Di acara perkenalan itu ya, Bapak kangmas mengutarakan maksudnya untuk 'meminta' saya. Selain itu ya lanjut ngobrol-ngobrol saling mengenal tentang keluarga, daerah asal, pekerjaan dan topik-topik yang secara umum dibicarakan oleh orang yang baru saling mengenal. Setelah itu dilanjutkan acara makan bersama, masakan Rawon ala Ibuk saya. Syukurlah semua lancar, dan saya merasa lega karena akhirnya kedua orangtua saling bertemu. Kalau udah gini kan enak..mau ngobrolin soal nikah jadi lebih terbuka.

Buah manis silaturahim. Tak Kenal Maka Ta'aruf :)

Jumat, 27 Juni 2014

Survey Dekor dan Rias Pengantin

Bismillahirrahmanirrahim,

Sejauh ini, vendor yang saya survey alias saya datangi langsung adalah vendor yang sudah saya keruk informasinya lewat website mereka. Kalau saya cocok ya saya datangi, kalau enggak ya lupakan. Jadilah saya sudah tahu tempat mana saja yang saya harus datangi.

Menjelang berakhirnya waktu saya di Jogja, saya dan Ibuk pergi ke salah satu vendor yang rencananya akan jadi calon vendor yang mengurus dekorasi gedung dan rias pengantin. Di sana kami lihat-lihat baju. Ada baju untuk pengantin, karena saya pakai jilbab jadilah pilihannya ada kebaya atau gamis. Tapi kata si embak vendor itu, kalau misal nggak ada yang cocok bisa jahitin tapi pakai biaya sewa yang lebih mahal, jadi bajunya dibikin buat pengantinnya tapi abis itu jadi hak milik vendor. Mungkin ini solusi buat calon manten yang kepikiran pengen jahit baju sendiri tapi takut sayang karena sekali pakai aja. Selain kebaya, gamis, juga ada jenis bridal yang selera internasional gituh. Ada juga baju-baju buat among tamu dan penjaga buku tamu.

Soal dekorasi, saya memang cocok sama model-model dekorasi vendor ini makanya saya pilih rias di vendor ini sekalian. hehe, biar ngirit pikiran. Lalu kenapa saya tidak pilih paket yang disediakna vendor ini? Karena menurut saya sementara ini memang belum perlu ambil paket. Ibuk saya apalagi, pengennya bisa milih satu-satu vendor apa yang mau dipakai. Yahahaha...

Semoga lancarrr deh semuanya!

Survey Undangan

Bismillahirrahmanirrahim,

Lagi-lagi memanfaatkan kepulangan saya ke Jogja. Saya memberanikan diri untuk ke vendor undangan. Sudah jauh-jauh hari sebelumnya, hasil cari-cari ketemulah yang sreg sementara gawean Empat-K. Sebenernya vendor ini enggak asing lagi. Dari jaman SD saya udah tahu iklannya di koran KR sama saya juga pernah liat langsung undangannya. Yang saya taksir dari Empat-K adalah karikaturnya. Lucu!

Jadilah Empat-K vendor pertama yang saya datangi. Agak keder juga survey sendirian kayak anak ilang, tapi kalau gak diberaniin gak akan kebayang apa-apa nanti. Sejauh saya lihat-lihat sih saya tetep suka sama contoh undangan yang ada di web dan saya liat langsung di sana. Bentuk undangannya karikatur pop-up gitu.

Vendor kedua yang saya datengin adalah di sekitar Jalan Magelang. Sebelumnya saya tahu vendor ini dari facebook dan saya naksir sama contoh-contoh undangannya. Unik-unik gitu tapi nggak norak. Itu yang paling penting buat saya. Kan ada tuh yang undangannya kelewat neko-neko. Dari vendor satu ini saya juga ada satu yang paling cocok seperti yang saya incer waktu liat di foto facebook. Waktu saya konsultasi ke kangmas, dianya setuju ajah.hihi..nah sementara sih udah kepegang satu yang jadi model undangan kita nanti. Rencananya sih waktu pulang lebaran nanti kami mau mantepin lagi mau pilih model yang gimana dan juga dateng ke vendor berdua. Yosh!

Pengalaman Sunat atau Khitan Anak

Bismillahirrahmanirrahim, Kalau mau diberi judul rekomendasi sunat anak rasanya kurang pas juga karena saya baru pertama kali khitan anak ...