Bismillahirrahmanirrahim,
Untuk menunjukkan bahwa saya dan keluarga menyambut baik niat keluarga Kangmas, keluarga saya, khususnya Ibuk mengajak untuk silaturahmi balasan ke rumah kangmas. Silaturahmi itu dilakukan saat saya pulang ke Jogja, dua bulan setelah kedatangan keluarga Kangmas ke rumah.
Berhubung Ibuk saya sebenarnya tidak begitu tahu urutan proses menjelang pernikahan, maka bertanyalah Ibuk saya ke Budhe yang lebih pengalaman. Konon kata Budhe saya, kalau adat di Jawa Tengah, setelah pihak laki-laki datang ke rumah untuk melamar, maka selanjutnya pihak perempuan datang ke rumah pihak laki-laki untuk membalas, tetapi kalau di Jogja adat tersebut tidak ada. Namun, wacana mengenai silaturahmi balasan ini memang sudah tercetus oleh Ibuk saya sebelum nanya-nanya, mungkin sudah naluri Ibuk saya yang senang menjalin silaturahmi, makanya keraguan Ibuk mengenai apakah perlu untuk datang ke rumah Kangmas akhirnya saya jawab dengan tidak ada salahnya untuk berkunjung dan bersilaturahmi agar saling mengenal dan saling tahu rumah masing-masing keluarga.
Jadi selepas maghrib keluarga saya lengkap datang berkunjung ke rumah Kangmas. Saat itu Kangmas tidak ada di rumah karena memang sedang tidak pulang. Maklum saya pulangnya di hari kerja karena di Bali sedang libur Galungan. Pada kunjungan tersebut kami membicarakan tentang kapan rencana kami untuk mengadakan pernikahan, dan teknisnya meski belum terlalu detail tetapi cukup memberikan gambaran untuk keluarga Kangmas. Saat dimintai pendapat dan persetujuannya, keluarga Kangmas pada intinya mendukung dan mengikuti saja. Selain itu acaranya ya ngobrol-ngobrol dan makan-makan, hehe. Alhamdulillah semuanya lancar sampai dengan tahap ini, paling tidak, tidak ada yang keberatan atau bagaimana. Sampai suatu ketika, seminggu kemudian Kangmas dengan mak jedher memberikan alternatif tanggal yang berbeda, padahal sebelumnya udah di kunjungan saya di keluarga Kangmas kami sudah mengutarakan tentang tanggal. Eaaaa!
Kamis, 03 Juli 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Pengalaman Sunat atau Khitan Anak
Bismillahirrahmanirrahim, Kalau mau diberi judul rekomendasi sunat anak rasanya kurang pas juga karena saya baru pertama kali khitan anak ...
-
Sebenarnya pengalaman hamil dan melahirkan pertama kali sudah sekitar dua tahun lalu. Tapi nggak ada salahnya kan berbagi pengalaman dan in...
-
Bismillahirrahmanirrahim, Sampai juga ke part 3 untuk review dari semua persiapan dan hasil akhirnya. Kali ini saya akan bahas soal vendor...
-
Menemukan tulisan di notepad tahun 2009, tentang dia. kadang masih sulit dimengerti.. masih juga serin bertanya-tanya mengapa sampai sekar...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar