Bismillahirrahmanirrahim,
Lagi-lagi memanfaatkan kepulangan saya ke Jogja. Saya memberanikan diri untuk ke vendor undangan. Sudah jauh-jauh hari sebelumnya, hasil cari-cari ketemulah yang sreg sementara gawean Empat-K. Sebenernya vendor ini enggak asing lagi. Dari jaman SD saya udah tahu iklannya di koran KR sama saya juga pernah liat langsung undangannya. Yang saya taksir dari Empat-K adalah karikaturnya. Lucu!
Jadilah Empat-K vendor pertama yang saya datangi. Agak keder juga survey sendirian kayak anak ilang, tapi kalau gak diberaniin gak akan kebayang apa-apa nanti. Sejauh saya lihat-lihat sih saya tetep suka sama contoh undangan yang ada di web dan saya liat langsung di sana. Bentuk undangannya karikatur pop-up gitu.
Vendor kedua yang saya datengin adalah di sekitar Jalan Magelang. Sebelumnya saya tahu vendor ini dari facebook dan saya naksir sama contoh-contoh undangannya. Unik-unik gitu tapi nggak norak. Itu yang paling penting buat saya. Kan ada tuh yang undangannya kelewat neko-neko. Dari vendor satu ini saya juga ada satu yang paling cocok seperti yang saya incer waktu liat di foto facebook. Waktu saya konsultasi ke kangmas, dianya setuju ajah.hihi..nah sementara sih udah kepegang satu yang jadi model undangan kita nanti. Rencananya sih waktu pulang lebaran nanti kami mau mantepin lagi mau pilih model yang gimana dan juga dateng ke vendor berdua. Yosh!
Tampilkan postingan dengan label Undangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Undangan. Tampilkan semua postingan
Jumat, 27 Juni 2014
Kamis, 26 Juni 2014
Memilih Gedung untuk Walimah
Bismillahirrahmanirrahim,
Selamat pagi semua!
Setelah pos sebelumnya sudah memperkenalkan diri siapa yang mau nikah. Posting kali ini saya mau cerita tentang pilih-pilih gedung. Jadi, awal cerita karena saya dan kangmas sama-sama anak pertama, di mana orang tua kami sama-sama belum punya pengalaman, jadilah kami jujur saja bingung mau mulai dari mana yang harus dikerjakan. Nah hasil tanya-tanya teman, Alhamdulillah dapat gambara secara umum langkah awal apa yang harus dimulai terlebih dahulu. Kira-kira hal di bawah inilah yang perlu diperhatikan.
Tetapkan Tanggal Pernikahan
Bagi saya dan keluarga, semua hari adalah baik jadi Bismillah saja untuk menentukannya dan banyak berdoa. Bagi saya pribadi, selama ini pertimbangan-pertimbangan yang digunakan adalah estimasi jarak yang normal dari kapan lamaran dan akadnya, hubungannya dengan pekerjaan entah orangtua, saya atau kangmas, kemudian yaaa yang dikira-kira pas lah.hehehe. Setiap keluarga pasti punya pertimbangan yang berbeda-beda. Nah kaitannya penetapan tanggal ini sangat penting untuk mencari gedung (kalau misalnya acara walimah atau resepsi tidak dilakukan di rumah). Dengan mengantongi tanggal fix ini kita jadi bisa booking gedung.
Mencari Gedung
Di Jogja, atau mungkin di mana saja, booking gedung sudah dilakukan jauh-jauh hari. Takutnya kalau nggak gitu tanggal yang diinginkan ternyata sudah ada yang booking, kan sedih jadinya. Maka kalau bisa lakukan booking gedung sesegera mungkin. Kalau tanggal sudah oke, dan gedung juga sudah oke kan selanjutnya kita tenang kalau mau bikin undangan. Ya gak? hehehe. Untuk saya pribadi dan keluarga sih, gedung yang dipakai harus memenuhi kriteria yang standar sih sebenarnya tapi cukup representatif seperti parkir luas, area gedung yang lega, dan tentu saja murah! biar nggak overbudget toh saya dan keluarga cuma ingin yang sederhana saja. Akhirnya, karena Bapak saya bekerja di UMY pilihannya jatuh ke gedung Aula Ahmad Dahlan di kompleks kampus UMY di Ringroad Selatan. Kalau mau infonya bisa lihat di sini. Tapi untuk lebih jelasnya sih bisa datang langsung ke kantornya yang berada di dalam gedung Sportorium UMY.
Membuat Undangan
Saya dan kangmas sebenernya sudah laamaaaaa banget ngomongin gimana ya nanti undangan pernikahan kami. Kami pengen yang lucu, ga pengen yang terlalu umum, ga pengen yang ada fotonya, daaan masih banyak lagi kriteria. Padahal waktu itu mau nikah aja belom. hiihihi. Nah tapi secara umum selera kami nih sama jadi nggak terlalu sulit untuk menyesuaikannya. Kangmas sering ngasih link-link tentang contoh undangan pernikahan yang unik, saya sendiri juga sering browsing, atau lihat-lihat di page facebook tentang contoh undangan. Sampai akhirnya saya menemukan undangan yang unik dan setelah minta acc, kangmas juga menyetujuinya. Syukur deh..jadi tanggal, gedung sama calon undangan udah dapet jadi insya Allah nanti waktu pulang jogja bisa langsung survey sama kangmas. Ihik.
Sementara ini, tahap awal itu cukup membantu sih. Jadi siapa tahu ini juga bisa jadi tips untuk temen-temen yang sedang mempersiapkan pernikahan juga tapi bingung mau mulai dari mana.
Au Revoir! Sampai Jumpa!
Selamat pagi semua!
Setelah pos sebelumnya sudah memperkenalkan diri siapa yang mau nikah. Posting kali ini saya mau cerita tentang pilih-pilih gedung. Jadi, awal cerita karena saya dan kangmas sama-sama anak pertama, di mana orang tua kami sama-sama belum punya pengalaman, jadilah kami jujur saja bingung mau mulai dari mana yang harus dikerjakan. Nah hasil tanya-tanya teman, Alhamdulillah dapat gambara secara umum langkah awal apa yang harus dimulai terlebih dahulu. Kira-kira hal di bawah inilah yang perlu diperhatikan.
- Tetapkan Tanggal Pernikahan
- Mencari Gedung
- Membuat Undangan
Tetapkan Tanggal Pernikahan
Bagi saya dan keluarga, semua hari adalah baik jadi Bismillah saja untuk menentukannya dan banyak berdoa. Bagi saya pribadi, selama ini pertimbangan-pertimbangan yang digunakan adalah estimasi jarak yang normal dari kapan lamaran dan akadnya, hubungannya dengan pekerjaan entah orangtua, saya atau kangmas, kemudian yaaa yang dikira-kira pas lah.hehehe. Setiap keluarga pasti punya pertimbangan yang berbeda-beda. Nah kaitannya penetapan tanggal ini sangat penting untuk mencari gedung (kalau misalnya acara walimah atau resepsi tidak dilakukan di rumah). Dengan mengantongi tanggal fix ini kita jadi bisa booking gedung.
Mencari Gedung
Di Jogja, atau mungkin di mana saja, booking gedung sudah dilakukan jauh-jauh hari. Takutnya kalau nggak gitu tanggal yang diinginkan ternyata sudah ada yang booking, kan sedih jadinya. Maka kalau bisa lakukan booking gedung sesegera mungkin. Kalau tanggal sudah oke, dan gedung juga sudah oke kan selanjutnya kita tenang kalau mau bikin undangan. Ya gak? hehehe. Untuk saya pribadi dan keluarga sih, gedung yang dipakai harus memenuhi kriteria yang standar sih sebenarnya tapi cukup representatif seperti parkir luas, area gedung yang lega, dan tentu saja murah! biar nggak overbudget toh saya dan keluarga cuma ingin yang sederhana saja. Akhirnya, karena Bapak saya bekerja di UMY pilihannya jatuh ke gedung Aula Ahmad Dahlan di kompleks kampus UMY di Ringroad Selatan. Kalau mau infonya bisa lihat di sini. Tapi untuk lebih jelasnya sih bisa datang langsung ke kantornya yang berada di dalam gedung Sportorium UMY.
Membuat Undangan
Saya dan kangmas sebenernya sudah laamaaaaa banget ngomongin gimana ya nanti undangan pernikahan kami. Kami pengen yang lucu, ga pengen yang terlalu umum, ga pengen yang ada fotonya, daaan masih banyak lagi kriteria. Padahal waktu itu mau nikah aja belom. hiihihi. Nah tapi secara umum selera kami nih sama jadi nggak terlalu sulit untuk menyesuaikannya. Kangmas sering ngasih link-link tentang contoh undangan pernikahan yang unik, saya sendiri juga sering browsing, atau lihat-lihat di page facebook tentang contoh undangan. Sampai akhirnya saya menemukan undangan yang unik dan setelah minta acc, kangmas juga menyetujuinya. Syukur deh..jadi tanggal, gedung sama calon undangan udah dapet jadi insya Allah nanti waktu pulang jogja bisa langsung survey sama kangmas. Ihik.
Sementara ini, tahap awal itu cukup membantu sih. Jadi siapa tahu ini juga bisa jadi tips untuk temen-temen yang sedang mempersiapkan pernikahan juga tapi bingung mau mulai dari mana.
Au Revoir! Sampai Jumpa!
Langganan:
Postingan (Atom)
Pengalaman Sunat atau Khitan Anak
Bismillahirrahmanirrahim, Kalau mau diberi judul rekomendasi sunat anak rasanya kurang pas juga karena saya baru pertama kali khitan anak ...