Sebenarnya pengalaman hamil dan melahirkan pertama kali sudah sekitar dua tahun lalu. Tapi nggak ada salahnya kan berbagi pengalaman dan informasi.
Pilih RS dan Obsgyn
Saya itu tipe yang nggak mau terlalu ribet sehingga cukup memudahkan saya dalam memilih dokter obsgyn dan tempat melahirkan. Untuk dokter Obsgyn saya punya kriteria wajib yakni dokternya perempuan, selain itu ya saya cocok dan nyaman aja. Saya soalnya tiap kontrol kehamilan nggak terlalu banyak pertanyaan. Nah untuk memilih dokter obsgyn ini saya pilih kliniknya dulu, saya pilih Rachmi karena dekat dengan rumah, sesimpel itu alasannya. Di Rachmi ada dua dokter obsgyn perempuan dan ternyata saya lebih cocok dengan dr. Arsi Palupi. Dokternya pembawaannya santai dan akrab, jadi berasa sama temen sendiri, cukup informatif juga meski ngga terlalu panjang lebar. Karena saya nyaman, saya mantep bakal lahiran di Rachmi sama dr. Arsi.
Fasilitas
Tentunya sebelum yakin banget memilih Rachmi sebagai tempat melahirkan nanti, saya juga mempertimbangkan fasilitas yang ada di RSKIA Rachmi. Meskipun terhitung RS kecil saya justru cenderung memilih Rachmi karena bukan rumah sakit umum yang ramai. Fasilitas kamar, tenaga kesehatan dan juga polinya menurut saya sudah cukup lengkap dan mendukung, meskipun tidak ada NICU. Tapi saya juga sudah mempertimbangkan rumah sakit umum terbesar sebagai rujukan NICU jika keadaan darurat terjadi.
Selain itu, dokternya pro normal, pro IMD, pro ASI, prosedurnya baik dan sejauh saya periksa kehamilan di sana, pelayanan perawatnya cukup memuaskan untuk saya. Kalau ada yang kurang di beberapa hal, yang penting bukan hal yang krusial.
Singkat Cerita Saat Melahirkan
Karena usia kandungan saya sudah melewati HPL, dr. Arsi menyarankan untuk segera induksi. Jadi malam saat saya kontrol kehamilan saya langsung dianjurkan untuk segera memesan kamar, jika tersedia maka malam itu juga akan diinduksi. Saya sendiri sih sudah menyiapkan mental jauh-jauh hari jadi saya siap-siap saja toh perlengkapan melahirkan sudah siap di dalam tas tinggal angkut.
Setelah dua kali dimasukkan obat induksi akhirnya pagi setelah subuh, saya sudah bukaan delapan dan segera disiapkan ke ruang bersalin. Setelah sekitar dua atau tiga kali mengejan Alhamdulillah anak saya lahir dan diletakkan di dada saya untuk Inisiasi Menyusui Dini (IMD). Di saat dr. Arsi menjahit perineum, saya yang sempet teralihkan ke proses jahit menjahit diingatkan untuk ngajak ngobrol si bayi. Saat itu mekonium Saka juga keluar cukup banyak. Beberapa saat setelah jahitan selesai, Saka sudah menemukan puting, ia kemudian diambil untuk dibersihkan, ditimbang, diukur dan dipakaikan baju. Sedangkan saya mulai dipakaikan stagen dan digantikan baju oleh perawat lalu dibawa ke kamar dengan kursi roda. Saya bisa langsung room in dengan bayi saya dan diajarkan beberapa perawatan bayi serta cara menyusui.
Karena saya melahirkan saat hari libur maka kontrol dokter anak baru bisa dilakukan hari Senin. Alhamdulillah nggak ada masalah. Saya diberi kit perlengkapan mandi dan tas perlengkapan bayi, juga sudah diberikan jadwal kontrol baik untuk saya maupun bayi.
Nah begitulah informasi yang saya bisa bagi dari pengalaman saya selama periksa kehamilan dan melahirkan di RSKIA Rachmi. Semoga cukup membantu ya untuk pilah pilih tempat melahirkan di daerah Jogja Selatan.
Assalamu'alaikum mb. Boleh tahu kmrn melahirkan di rachmi ambil kelas brp? Sama total biaya kl persalinan normal disana kemarin brp? Terima kasih sblmnya
BalasHapusWaalaikumsalam, maaf baru baca komennya :)
BalasHapusSaya ambil kelas vip karena masih dalam plafon reimburse kantor suami :)