Kamis, 23 Oktober 2014

Antara Kau, Aku dan KUA

Bismillahirrahmanirrahim,

Dari sekian banyak hal yang harus diurus dalam mempersiapkan pernikahan tentu saja yang paling penting adalah mengurus KUA. Lha wong intinya di situ. Kalau KUA ga beres ya mana bisa nikah mbokdhe. Nah, makanya di sini saya ingin berbagi ke temen-temen yang mungkin akan mengurus KUA tetapi bingung mulai dari mana. Saya ingin berbagi pengalaman saya pribadi nih ceritanya, tetapi yang perlu saya perjelas adalah di sini status saya dan Kangmas adalah orang sipil (bukan militer/polisi), lajang/belum pernah menikah sebelumnya dan akan melangsungkan akad nikah di domisili saya sebagai calon perempuan. Selain yang saya sebutkan tadi mungkin akan berbeda dokumen dan cara pengurusannya.

Berikut adalah dokumen pendukung yang perlu dipersiapkan oleh masing-masing calon manten, baik pria maupun wanita, yakni:

  1. Surat pengantar dari RT dan RW  
  2. Fotokopi C1 atau Kartu Keluarga
  3. Fotokopi KTP Calon Manten dan Wali (kedua orang tua)
  4. Fotokopi KTP Saksi masing-masing Calon Manten
  5. Fotokopi Akta Kelahiran 
  6. Pas Foto ukuran 2x3, 3x4, dan 4x6 
Untuk fotokopi dan jumlah pas foto sebaiknya dipersiapkan secukupnya.

Melengkapi Dokumen Calon Manten Pria Terlebih Dahulu


Untuk mengurus pernikahan yang diadakan di domisili Calon Manten Wanita (CMW) maka langkah pertama adalah mengurus kelengkapan administrasi Calon Manten Pria (CMP) terlebih dahulu. Jadi setelah memiliki dokumen pendukung yang saya sebutkan tadi, yang pertama didatangi adalah Kelurahan tempat CMP tinggal. Kalau menurut pengalaman saya, waktu itu di kelurahan ada form yang harus diisi meliputi biodata singkat CMP, CMW, kedua orang tua dan saksi masing-masing calon. Setelah lengkap lalu diserahkan dengan dokumen pendukung. Selanjutnya pihak kelurahan akan membuatkan Surat N1, N2, dan N4. Teliti baik-baik data yang ada di dokumen ini untuk menghindari kesalahan nantinya.

Setelah beres urusan di kelurahan maka selanjutnya adalah ke Kecamatan untuk minta Biodata diri yang disahkan oleh kecamatan. Pada tahap ini pihak kecamatan juga meminta pas foto kedua calon. Nah setelah selesai lalu dilanjutkan ke KUA tempat CMP berdomisili. Di KUA akan diminta foto dan dibuatkan surat sebagai pengantar menikah ke KUA tempat CMW berdomisili.

Di sini proses mengurus dokumen pihak pria dikatakan selesai.

Melengkapi Dokumen Calon Manten Wanita

Setelah selesai melengkapi dokumen milik CMP langkah selanjutnya akan lebih mudah. Sama halnya dengan langkah yang dilakukan CMP, maka yang pertama dituju adalah Kelurahan. Serahkan Surat pengantar RT RW, Fotokopi C1/KK, dan berkas lengkap milik CMP selanjutnya pihak kelurahan juga akan membuat Surat N1, N2, dan N4. Teliti baik-baik datanya karena itulah yang akan menjadi dasar pihak KUA dalam melakukan pencatatan. Setelah surat-surat tersebut dikonfirmasi benar. Maka selanjutnya kita terbang ke Kecamatan untuk meminta Biodata diri. Selanjutnya adalah ke KUA tempat CMW berdomisili, yakni KUA tempat kedua calon akan menikah. Di sana kita akan melengkapi form tentang nama calon manten yang menikah, nama orang tua dan lokasi pernikahan. Setelah petugas KUA melakukan ceklis berkas, maka akan diberikan surat pengantar untuk melakukan suntik TT. Oya jangan lupa, jika menikah di KUA maka tidak akan ada biaya yang dikenakan alias GRATIS tetapi jika dilakukan di luar kantor KUA harus membayar Rp 600.000 yang kita setor langsung ke pusat melalui bank yang ditunjuk, nanti kita akan diberikan slip setoran yang sudah diisikan oleh petugas KUA.

Jika sudah maka tinggal suntik TT di puskesmas atau rumah sakit juga bisa dan ikut penataran nikah atau BP4 yang biasanya dilaksanakan tiap minggu ke-empat setiap bulannya di Hari Rabu. Nah, selesai sudah. Mudah kok sebenarnya, hanya saja harus siap dulu dengan birokrasi kita yang masih gaya kuno. Hehehe..

Semoga teman-teman yang mau mengurus dapat terbantu ya!

Bonne Chance!!



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengalaman Sunat atau Khitan Anak

Bismillahirrahmanirrahim, Kalau mau diberi judul rekomendasi sunat anak rasanya kurang pas juga karena saya baru pertama kali khitan anak ...